Jalan itu masih jauh.
Jalan itu masih Panjang,
Jalan itu masih banyak kerikil tajam yang harus dilewati.
.
beberapa hari ini., 22-24 . Sumpah, mungkin satu halangan besar menghalangi jalan itu. Halangan besar, tapi mungkin ini sebagian kecil hari "Jurang" itu.
.
Down. Lemah, Putus asa, dan memang itu yg saya rasakan kemarin. Duri itu mendadak datang, Duri itu yang menghampiri dan bukan aku yg mencari, Duri itu seperti pencuri yang datang di malam hari, sama sekali nggak aku tau, Duri itu mengganggu jalan ku sejenak,
Mungkin banyak darah yang keluar dari luka kecil akibat duri itu, sempat nggak ada tenaga buat ngelanjutin jalan yang masih Jauh, pasrah, Menyerah pada keadaan yang sama sekali nggak aku duga,
.
wait a while. Itu bukan aku, Aku Nggak seperti itu, dan ingat, Tujuan ku ada di ujung jalan.
i never ever give up. tetep bertahan dari duri kecil yang cukup buat luka dalam, tapi nggak cukup kuat untuk hentikan langkah yang udah lama ku tempuh, aku nggak serendah itu, aku bukan BANCI yang menyerah, yang lari jika terdesak,
aku tegar, aku BERTAHAN ,.
Tetep ngeyakinin Tujuan "Tunggu aku" aku gak akan lama lagi di jalan ini. "tunggu aku"
Atau mungkin aku nggak pantas lagi untuk di tunggu,? NGGAK ! "tunggu aku"
"Tunggu Aku" aku tetep jalan di jalan ini, dan aku tetep jalan sampai akhirnya Kamu yang menyuruh ku untuk tidak lagi berjalan.
Diam di langkah terakhirku, dan tenang saja, Aku Nggak akan pindah jalan, Aku tetap di langkah terakhirku,
Walau Tujuan itu Nggak bisa aku capai, tapi aku bangga, Aku sudah Terlalu lama Berjalan ke tujuan mu,
. aku nggak akan milih jalan lain.
.
AKU CINTA KAMU.
24 Jul 11
skip to main |
skip to sidebar
Ayah, Ibu, Alby,Diva
Monday, July 25, 2011
Monday, May 23, 2011
23 Mei 2011
Bosen dengan game online yg biasanya aku maenin tiap malem.
browsing2 ngalor ngidul , cari sesuatu yg baru, cari ispirasi baru, cari pengetahuan baru,
aku emang tipe orang yg suka autodidak.
Page halaman browsing ku terhenti ketika ada 1 renungan, menceritakan seorang nenek usia 60'an yg terus melawan dunia,
ya, nenek itu kerja dari pagi sampai larut malam. Jakarta kota sadis, Nenek ini tetap melawan sadis nya kota itu. salut, diusia yg seharusnya dia nikmatin masa tua, tp ini 180 derajat berbeda dari biasanya.
aku juga BANGGA. karena nenek ku sama seperti nenek ini. seketika otak ku flash back ke masa2 aku SMP dan awal2 SMA kemarin.
otak ku Flash back ke sosok tubuh renta yg biasa kupanggil mbah elek (mbah jelek)
begitu nenek ku menyebut diri beliau pada cucu'ny, ciri khas, karena aku tidak menemukan 1 orang pun cucu yg menyebut nenek mereka mbah elek .
Otak ku flash back sewaktu mbah mampir ke rumah, 2 keranjang dagangan jeruk nipus seberat 5kg yang dibawa oleh kedua siku tangannya.
itulah pekerjaan mbah . keliling menjajakan jeruk nipis dari desa ke desa, panas, hujan, sakit sekalipun terkadang mbah tetap berjualan dari kampung ke kampung.
mungkin sejenak melepas lelah, mbah mampir ke rumah, tidak seperti biasa, waktu itu aku bantu bapak finishing rumah baru keluarga ku, ada beberapa triplek yg harus dipaku,
meski kecil, aku mencoba membantu walaupun akhirnya toh pekerjaan ku tetep dibaleni oleh bapak.
"wah, cucu mbah elek wis iso maku'i triplek. pinter le" begitu ucap mbah, aku baru tersadar kalo mbah ada si rumahku, kebiasan ku juga, jika mbah datang ke rumah, biasanya aku minta 1 atau 2 jeruk nipis dagangan mbah, untuk aku jadikan minuman jeruk.
belum terpikir olehku, mbah dengan perjuangannya melawan kerasnya hidup, dagang, gak peduli cuaca yg tak bersahabat. aku kangen mbah,
otak ku juga flash back saat aku berkunjung ke rumah mbah saat lebaran, dipikiran ku saat itu ingin beli mainan, sperti anak2 lainnya dihari lebaran, dan jika aku ke rumah mbah aku PASTI mendapat tambahan uang untuk beli mainan itu.
Aku BANGGA, mbah ku sayang dengan cucu cucu nya.
.
tahun itu mbah sakit keras. sepulang sekolah aku langsung ke rumah mbah , karena keluargaku berada di rumah mbah. 1 hari. 2 hari. 3 hari. dan seterusnya. nggak ada perubahan yg baik pada fisik mbah, aku berada halaman rumah mbah, ibu datang. ibu nangis. ibu cuma bilang "mbah udah gak ada lagi"
.
aku kangen mbah. harusnya mbah nikmatin masa-masa tua, bukan tetap berjuang melawan kerasnya hidup. aku sayang mbah.
aku kangen mbah. aku seorang lak-laki, tp aku BANGGA, saat menulis ini aku gak mampu nahan air mata. aku BANGGA punya Nenek seperti mbah , aku BANGGA jadi cucu mbah .
doa'in aku yg masih disini. doa'in biar aku bisa sperti mbah.
browsing2 ngalor ngidul , cari sesuatu yg baru, cari ispirasi baru, cari pengetahuan baru,
aku emang tipe orang yg suka autodidak.
Page halaman browsing ku terhenti ketika ada 1 renungan, menceritakan seorang nenek usia 60'an yg terus melawan dunia,
ya, nenek itu kerja dari pagi sampai larut malam. Jakarta kota sadis, Nenek ini tetap melawan sadis nya kota itu. salut, diusia yg seharusnya dia nikmatin masa tua, tp ini 180 derajat berbeda dari biasanya.
aku juga BANGGA. karena nenek ku sama seperti nenek ini. seketika otak ku flash back ke masa2 aku SMP dan awal2 SMA kemarin.
otak ku Flash back ke sosok tubuh renta yg biasa kupanggil mbah elek (mbah jelek)
begitu nenek ku menyebut diri beliau pada cucu'ny, ciri khas, karena aku tidak menemukan 1 orang pun cucu yg menyebut nenek mereka mbah elek .
Otak ku flash back sewaktu mbah mampir ke rumah, 2 keranjang dagangan jeruk nipus seberat 5kg yang dibawa oleh kedua siku tangannya.
itulah pekerjaan mbah . keliling menjajakan jeruk nipis dari desa ke desa, panas, hujan, sakit sekalipun terkadang mbah tetap berjualan dari kampung ke kampung.
mungkin sejenak melepas lelah, mbah mampir ke rumah, tidak seperti biasa, waktu itu aku bantu bapak finishing rumah baru keluarga ku, ada beberapa triplek yg harus dipaku,
meski kecil, aku mencoba membantu walaupun akhirnya toh pekerjaan ku tetep dibaleni oleh bapak.
"wah, cucu mbah elek wis iso maku'i triplek. pinter le" begitu ucap mbah, aku baru tersadar kalo mbah ada si rumahku, kebiasan ku juga, jika mbah datang ke rumah, biasanya aku minta 1 atau 2 jeruk nipis dagangan mbah, untuk aku jadikan minuman jeruk.
belum terpikir olehku, mbah dengan perjuangannya melawan kerasnya hidup, dagang, gak peduli cuaca yg tak bersahabat. aku kangen mbah,
otak ku juga flash back saat aku berkunjung ke rumah mbah saat lebaran, dipikiran ku saat itu ingin beli mainan, sperti anak2 lainnya dihari lebaran, dan jika aku ke rumah mbah aku PASTI mendapat tambahan uang untuk beli mainan itu.
Aku BANGGA, mbah ku sayang dengan cucu cucu nya.
.
tahun itu mbah sakit keras. sepulang sekolah aku langsung ke rumah mbah , karena keluargaku berada di rumah mbah. 1 hari. 2 hari. 3 hari. dan seterusnya. nggak ada perubahan yg baik pada fisik mbah, aku berada halaman rumah mbah, ibu datang. ibu nangis. ibu cuma bilang "mbah udah gak ada lagi"
.
aku kangen mbah. harusnya mbah nikmatin masa-masa tua, bukan tetap berjuang melawan kerasnya hidup. aku sayang mbah.
aku kangen mbah. aku seorang lak-laki, tp aku BANGGA, saat menulis ini aku gak mampu nahan air mata. aku BANGGA punya Nenek seperti mbah , aku BANGGA jadi cucu mbah .
doa'in aku yg masih disini. doa'in biar aku bisa sperti mbah.
Tuesday, April 26, 2011
indah pada waktunya.
just 4 Ratna Yully.
my beloved wife. (suatu saat nanti) :D
.
hmn. let's loot at the pass. sejenak aku mencoba ingat sesuatu dengan roll back masa-masa kemarin. who am i? aku siapa? bodoh, aku sendiri gak tau aku siapa diwaktu dulu,
mulai terbuka sedikit gambaran ketika liat older post dari blog ini, hha ha.
.
aku gak jelas, gak ada life direction, ombang ambing, yang anggep hidup itu kaya air, cuma ngalir, dah akhirnya punah. so what i should be life?
gak ada kata yang pas untuk ungkapin gimana berartinya kamu,
mungkin dulu hidup aku udah berhenti, sperti di ujung jalan, gak ada alat untuk aku bisa sampai ke dataran lain yang terpisah dengan jurang.
so you are my brigde life. kamu jembatan itu yang buat aku bisa trus melangkah dan bisa sampai diseberang, lanjutin hidup, mungkin di real 2 kaki ku gak bisa trus berjalan dengan kamu, jauh,
,
tapi se'enggak nya aku punya tujuan hidup. mungkin banyak batu atau hambatan lain setelah jurang tadi yg ganggu perjalanan aku, lemah, kadang terpikir untuk nyerah.
tapi diujung jalan kamu udah nunggu, dan kamulah penyemangat itu yang buat aku bisa trus berjalan untuk sampai ke tempat kamu berdiri. .
,
makasih synk. tetap lah berdiri disana dan jadi penyemangatku untuk lebih cepat di jalan ku skrng.
i'm so love you.
my beloved wife. (suatu saat nanti) :D
.
hmn. let's loot at the pass. sejenak aku mencoba ingat sesuatu dengan roll back masa-masa kemarin. who am i? aku siapa? bodoh, aku sendiri gak tau aku siapa diwaktu dulu,
mulai terbuka sedikit gambaran ketika liat older post dari blog ini, hha ha.
.
aku gak jelas, gak ada life direction, ombang ambing, yang anggep hidup itu kaya air, cuma ngalir, dah akhirnya punah. so what i should be life?
gak ada kata yang pas untuk ungkapin gimana berartinya kamu,
mungkin dulu hidup aku udah berhenti, sperti di ujung jalan, gak ada alat untuk aku bisa sampai ke dataran lain yang terpisah dengan jurang.
so you are my brigde life. kamu jembatan itu yang buat aku bisa trus melangkah dan bisa sampai diseberang, lanjutin hidup, mungkin di real 2 kaki ku gak bisa trus berjalan dengan kamu, jauh,
,
tapi se'enggak nya aku punya tujuan hidup. mungkin banyak batu atau hambatan lain setelah jurang tadi yg ganggu perjalanan aku, lemah, kadang terpikir untuk nyerah.
tapi diujung jalan kamu udah nunggu, dan kamulah penyemangat itu yang buat aku bisa trus berjalan untuk sampai ke tempat kamu berdiri. .
,
makasih synk. tetap lah berdiri disana dan jadi penyemangatku untuk lebih cepat di jalan ku skrng.
i'm so love you.
Subscribe to:
Posts (Atom)
More
About Me
Plurk
Google Translate
Clock !
My Bloglog
Answered Box
powered by Answers.com



